Saat saat yang ditunggu

03.00 pm waktu setempat…

Sambil nungguin anak bobo..daripada browsing-browsing yang gak jelas..sya jadi pengen membagikan sedikit cerita mengenai kelahiran putri pertama saya..

Saya tergolong calon ibu (saat itu) yang dilanda gundah gulana (hayaaaah)..bgaimana tidak, saya harus menunggu 1 minggu lebih dari HPL hingga saat itu tiba.sebelumnya dokter mengatakan bahwa HPL saya adalah tanggal 13 april, alhasil tepat di tanggal 13 april itu si lendir bercampur darah yang ditunggu tunggu tak kunjung datang.perasaan mulai campur aduk, suami ikut merasakan kegundahan yang amat sangat, tiap menit bahkan tiap detik dia selalu bertanya “gimana?udah sakit-sakit belum” dan saya hanya bisa menjawab lesu “blum by”.ditambah lagi mertua udah jauh jauh hari datang dari provinsi tetangga karena tak sabar pengen menimang cucu pertama mereka.wellll…makin galaulah saya kala itu…dan akhirnya setelah browsing sana sini saya mendapat sedikit pencerahan bahwa HPL tidak selalu tepat.ya juga sih.namanya juga perkiraan manusia.semuanya kembali kepada sang khalik.bahwa janin punya waktunya sendiri untuk lahir.dari situlah saya mulai menenangkan suami saya,bahwa semuanya akan baik baik saja,walaupun mertua sudah memaksa untuk periksa lagi ke dokter saya tetap tenang dan berkata “ditunggu saja sampai semingguan lagi” dan benar saja,tepat di tanggal 19 april pagi si lendir bercampur darah keluar,bahagia campur gugup,hihi..tentu saja karena ini pengalaman pertama saya.Suami sengaja tidak langsung diberitahu agar dia tidak khawatir dan masih bisa konsentrasi di kantornya.jam 1 siang saya mulai merasakan sakit seperti nyeri haid..awalnya tidak terlalu sakit tapi semakin sore semakin sakit.ibu saya yang mulai khawatir terus-terusan mengajak saya ke Rumah Sakit tapi saya belum mau.yeppp dari hasil browsingan,saya temukan artikel yang mengatakan bahwa kondisi Hiruk Pikuk di Rumah Sakit akan menimbulkan efek stres pada calon ibu.saya pun hanya mengatasi rasa nyeri dengan cara jalan jalan pelan di dalam rumah dan sebentar2 bersandar(tips yang saya dapat dari salah satu artikel hasil browsingan).tapi apa daya, kekuatan hati yang belum mau je RS patah sudah, mertua yang KELEWAT khawatir memaksa saya untuk segera ke RS.oke!
Setibanya di Rumah Sakit suami langsung melapor dan suster melakukan pemeriksaan awal.dan ternyata baru bukaan satu. Susternya sesekali ngomong, “kenapa cepat skali datang ke Rumah Sakit bu, ini masih lama kok” tuh kannnn apa saya bilang..wajah jengkel pun saya perlihatkan pada suami karena dia tidak bisa meyakinkan orang tuanya sebelum ke RS..huhhhh bete kan..dengan sangat terpaksa kami habiskan malam itu di Rumah sakit dengan rasa nyeri perut yang masih “biasa biasa aja”…
Rasa sakit yang teramat sangat baru saya rasakan keesokan harinya.tepat ditanggal 20 april sore rasa sakitnya semakin menjadi.kadang saya berteriak tipis karena tidak tahan dengan sakitnya,setelah diperiksa ternyata baru bukaan tiga…
(Apaaaaa!bukaan tiga aja uda segini sakitnya.gimana bukaan sembilannya) saat itu susternya memperkirakan saya akan melahirkan dini hari atau subuh.tapi sekali lagi perkiraan mereka salah..tepat jam 9 saat dilakukan pemeriksaan kembali ternyata sudah bukaan ke tujuh..okeh..makin dekat dengan waktunya,sesekali saya elus lembut perut saya sambil ngomong sama janin “sebentar lagi kita ketemu nak..yang kuat ya nak, kita sama sama berjuang ya nak..”

Perasaan campur aduk antara rasa sakit, gugup, dan juga bahagia kala itu…setelah di periksa lagi ternyata sudah memasuki bukaan ke 8..well makin gugup lagi saat ranjang tempat tidur saya mulai didorong 4 orang suster menuju ke sebuah kamar dengan perlengkapan persalinan lengkap, well…here we are pikirku..lets rock the time girl…its the time…saya melongo ke kanan kiri mencari suami saya tapi ternyata dia uda lemes aja di luar..hahaha..dasar cemen ah..saya pun hanya ditemani tante dan sepupu.oke!mari kita mulai!

Seperti cerita kebanyakan orang tentang proses persalinan..saya pun mengalami hal yang serupa.saya di arahkan oleh dokter untuk mengejan sekuat tenaga..rasanya seperti mau BAB..iya rasanya seperti itu..setiap kali dokternya menyuruh saya untuk mengejan saya pun mempraktekkan teknik pernapasan yang sudah saya browsing berulang kali.dan ternyata tidak perlu menunggu lama saat suara bayi mungilku terdengar saat itupun sontak air mata kebahagiaan mengucur deras dari mata saya.”selamat bu, anaknya perempuan” kata dokter..

Alhamdulillah ya robb..putriku lahir dengan sehat dan sempurna.dengan berat 3,2kg dan tinggi 50 cm.

Tips :
1.jangan galau jika HPL udah lewat..tetap tenang..kembalikan semuanya kepada yang Maha Kuasa Allah SWT.
2.jangan terburu buru ke Rumah sakit…kondisi Rumah sakit amat sangat gak nyaman!sumpah!!!
3.rajin rajin minum madu atau sari kurma menjelang persalinan.ini bisa menambah tenaga loh biar gak lemes lemes amat.

Udah..itu dulu yaaa…dedenya bangun nih

Salam cantik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Andik Taufiq

knick knacks of my daily life

ekawatisaputri

welcome to ekalibrary

bcrita.com

Bercerita Mengenai Informasi dan Inspirasi Terkini

A MINUTE FOR MINUTE

LIFE... THROUGH A LENS

Small Potatoes

Because in MY life, these things are no small potatoes

Asta Ilmu Sukses

The Star of Education

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

Sekolah Pesisir

Semua tempat adalah sekolah, semua orang adalah guru

my daily life

aku dan duniaku

%d bloggers like this: