TWITTER jadi media jualan “diri” ……

ImageImage

11.00 am waktu setempat,

jaringan wi-fi di kantor lagi kenceng-kencengnya, ngecek e-mail udah, ngecek blog udah, ngecek postingan di twitter skalian sama DMnya pun udah…tapi tiba-tiba mata saya tertuju pada sebuah akun yang dimention oleh salah satu follower saya,  nama akunnya agak membuat penasaran pikirku, @m**ya*e**a**r* begitulah nama akunnya (sengaja disembunyikan takut ada yang protes) , folowernya sudah mencapai ribuan orang, dari avatarnya jelas terlihat kalau sang pemilik akun adalah anak gadis, sosoknya imut, manis, rambutnya panjang lurus terjuntai hitam, senyumnyapun manis,hmmmmmm cantik pikirku… iseng saya mengklik nama akunnya itu dan mulai serius membaca timelinenya dan welllllll betapa terkejutnya saya sambil banyak banyakin baca istighfar bercampur rasa jijik yang amat sangat tapi anehnya saya malah tidak menutup akun itu dengan segera, saya malah jadi penasaran dengan akun – akun yang terlihat sering mementionnya, dan semakin kagetnya saya ternyata di twitter banyak yang sudah tidak malu-malu lagi memperlihatkan kemaluannya (astaghfirullah), bahkan ada beberapa foto yang saya temui yaitu foto saat mereka berhubungan intim dengan lawan jenis mereka yang sengaja mereka dokumentasikan kemudian mereka publikasikan di jejaring sosial twitter alih-alih agar semakin banyak pelanggan yang mau menyewa mereka dan menggunakan jasa mereka.anehnya lagi ternyata para bispak-bisyar ini sudah lama “jualan” dengan menggunakan media twitter ini…mengenai tarif, mereka memasang tarif yang beragam, ada yang 1 juta perjam, ada pula yang 2 juta perjam, bahkan ada yang memasang tarif beesar dari mereka masih duduk di bangku SMP dan SMA dan tampak sangat nyaman saat mereka mempromosikan foto kemaluan mereka.

sayapun hanya bisa melotot kaget dengan apa yang sudah saya lihat, masih tidak percaya tapi beginilah kondisinya sekarang.tidak ada yang perlu disalahkan, tapi peran orang tualah yang sangat penting agar anak-anak gadisnya tidak terjerumus pada pergaulan yang “sesat”…

kehidupan metropolitan yang semakin bebas, belum lagi kebutuhan yang serba mahal dan biaya hidup yang sangat tinggi bisa saja menjadi alasan mereka sehingga memilih jalan seperti itu.

saya pernah  melihat film dokumentasi yang ditayangkan di salah satu televisi swasta yang saat itu membahas tentang bisnis prostitusi yang sedang marak, salah satu narasumber yang merupakan PSK di bawah umur pun mengakui bahwa dia harus membiayayai  5 adiknya yang masih bersekolah dan itulah yang menjadi salah satu alasannya sehingga memilih jalan menjadi seorang wanita panggilan.

pada akhirnya,,,,, semua kembali pada para pembaca sekalian.silahkan melihat masalah ini dari sudut pandang anda sendiri.

kalo saya mah mending skrg kita sama-sama berdoa yuk… agar semua masalah bangsa ini bisa terselesaikan..(cieeeee ileeeeee bijak banget saya, hihihihih)

sekian dulu yaaa…see in next post..

salam cantik🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Andik Taufiq

knick knacks of my daily life

ekawatisaputri

welcome to ekalibrary

bcrita.com

Bercerita Mengenai Informasi dan Inspirasi Terkini

A MINUTE FOR MINUTE

LIFE... THROUGH A LENS

Small Potatoes

Because in MY life, these things are no small potatoes

Asta Ilmu Sukses

The Star of Education

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

Sekolah Pesisir

Semua tempat adalah sekolah, semua orang adalah guru

my daily life

aku dan duniaku

%d bloggers like this: