Salah parkir

Beberapa hari yang lalu saya memutuskan untuk mengunjungi kawasan perbelanjaan di kota saya, mereka menyebutnya mall tapi saya menyebutnya setengah mall, karena semuanya belum sepenuhnya jadi, gedungnya masih sementara diperbaiki sana – sini, outlet2 yang diisi pun baru hypermart dan matahari, sisanya? BELUM! Gramedia, J-co, twenty One ,bla bla bla semuanya masih tertulis “coming soon” …..
Sedikit gugup saat pertama kali memasuki gerbangnya, gugup bukan karena baru pertama kali menginjakkan kaki di tempat yang mereka bilang mall ini (wong sya pernah hidup di kota besar yang mallnya membanjir di pusat kota kok – sombong), masalahnya sya bahkan tdk tau dimana harus parkir motor *teeeettttoooootttt* .
Jangan sampai terlihat gugup pikirku, gengsi dong kalo ketahuan baru pertama kali kesini *hahahaha* saya pun dengan cuek memasuki gerbang, brrrruummmm bruuummmm dan….. Tiba tiba tukang parkir meniupkan peluitnyaa *pruiiiiitttt pruiiittttt (mampuuuuus)

“Maaf mba’ karcis parkir dulu mba seribu” (KESALAHAN PERTAMA)

“…. Oh..eh… Iya… Ini” sambil menyodorkan duit seribuan dan kemudian ditukar sama secarik kertas kecil yang sekilas tampak ditulis manual , tidak dicetak oleh mesin parkir seperti yang selama ini sya liat di mall2 di kota besar (lagak masih sombong aje nih,hihihi)

“Trimakasih ya” kataku dan langsung menyalakan mesin motorku

Masih bingung mencari cari dimana harus saya parkirkan motor ini, semua tempat parkir terlihat full dengan mobil mobil mewah keluaran terbaru.setelah berkeliling lama tiba-tiba terlihat kumpulan motor yang teratur rapi di sebelah selatan gedung, langsung saja saya pun ikut memarkirkan motor saya di situ, tapi tiba-tiba seorang pemuda dengan baju lusuh dan celana yang sedikit kotor menghapiri saya,

” Maaf mba, ini parkiran khusus pekerja gedung mba” kata pemuda itu sambil memperbaiki topi lusuhnya (baiklah KESALAHAN KEDUA) …

“Oh.. Iya mas, nah trus parkir motor pengunjung di sebelah mana ya?” Tanya saya sambil membayangkan wajahku yang saya pikir mulai memerah…

” Disana mba lurus-lurus aja”

Baiklah, petunjuk pemuda tadi amat amat sangat tidak dapat memberikan pencerahan sama skali…

Dengan putus asa saya pun melanjutkan pencarian tempat parkir , ini seperti dora si petualang pikirku lagi *hayyyaaaaaaaaahhh*

Dan sampailah di sebuah tempat parkir dengan atap seng dan tiang2 yang terbuat dari bambu-bambu bekas, yaaaap ini pasti tempat parkirnya (pikirku mantapp) …

“Permisi pak, boleh parkir disini?”
“Boleh boleh dong mba” jawab bapak-bapak itu sambil menunjukkan tempat yang kosong “(Ahhhhh selamaaat) makasih ya pak”

Bebrapa jam kemudian, dengan membawa beberapa kantong belanjaan yang isinya tidak terlalu bermanfaat saya menuju tempat parkir dan mengambil motor. tiba-tiba si bapak tadi tertawa terbahak-bahak melihat saya “Kenapa pak? Ada yg salah?”
“Astagaaaaa mba belanja ya?” Tanya bapak itu…
” ( Ya iyalaaaaaah belanja, masa kalo berobat datangnya ke tempat belanjaan, anehhh!!) Iyaaa pak ” jawabku
“Owalaaaaah mba, saya pikir mba itu karyawan hypermart, disini khusus parkir karyawan mba” (KESALAHAN KETIGA!!!!!)

“Gleeekkkkkk* ingin pingsaaaaan* ”

***
Telkomsel BlackBerry®

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Andik Taufiq

knick knacks of my daily life

ekawatisaputri

welcome to ekalibrary

bcrita.com

Bercerita Mengenai Informasi dan Inspirasi Terkini

A MINUTE FOR MINUTE

LIFE... THROUGH A LENS

Small Potatoes

Because in MY life, these things are no small potatoes

Asta Ilmu Sukses

The Star of Education

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

Sekolah Pesisir

Semua tempat adalah sekolah, semua orang adalah guru

my daily life

aku dan duniaku

%d bloggers like this: